BOSNEWS.ID, MUARO JAMBI — Pola pengadaan jasa perencanaan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai menuai sorotan. Sejumlah paket konsultansi yang muncul di awal tahun anggaran 2026 dinilai tidak lazim, baik dari sisi jumlah maupun pola penganggarannya.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tercatat menggunakan jasa konsultan untuk menyusun perencanaan kegiatan. Nilainya pun bervariasi, bahkan mencapai miliaran rupiah secara akumulatif.
Beberapa contoh yang mencuat di antaranya perencanaan pembangunan sumur bor di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan Sekernan yang menelan anggaran sekitar Rp 20 juta per paket. Sementara itu, perencanaan pembangunan gedung workshop di kawasan Berbakti, Sungai Gelam, tercatat mencapai Rp 99,8 juta.
Fenomena ini menjadi perhatian karena berbeda dengan pola tahun sebelumnya. Pada tahun anggaran sebelumnya, paket jasa konsultansi perencanaan tidak muncul secara signifikan dalam daftar pengadaan LPSE.
Perubahan pola tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan publik. Apakah peningkatan ini murni kebutuhan teknis, atau justru membuka celah praktik yang tidak transparan?
Sejumlah pengamat menilai, penggunaan jasa konsultan memang sah secara aturan, terutama untuk memastikan kualitas perencanaan proyek. Namun, jika dilakukan secara masif tanpa dasar kebutuhan yang jelas, hal ini berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
“Perencanaan itu penting, tapi harus proporsional. Jangan sampai justru menjadi pintu masuk pembengkakan anggaran sebelum proyek dimulai,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa pemecahan paket perencanaan dalam jumlah banyak bisa menjadi indikasi praktik yang mengarah pada penghindaran mekanisme tender terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terkait lonjakan penggunaan jasa konsultan tersebut.
Publik kini menanti transparansi dan klarifikasi, agar penggunaan anggaran daerah benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecurigaan adanya permainan di balik layar. (Asz)

0 Komentar