Breaking News

Bukan Sekadar Warisan Sejarah, Sekda Budhi Dorong KCBN Muaro Jambi Jadi Penggerak Ekonomi


BOSNEWS.ID, MUARO JAMBI- Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi tidak boleh berhenti sebagai warisan sejarah yang hanya dikenang.

Kawasan bersejarah tersebut harus mampu bertransformasi menjadi ruang hidup yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Muaro Jambi.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono saat menghadiri kegiatan Evaluasi dan Eksplorasi Penguatan Fungsi KCBN Muaro Jambi di Museum Dharmakirti, Rabu (29/4/26).

Menurut Budhi, kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki KCBN Muaro Jambi merupakan modal besar yang tidak hanya memiliki nilai pelestarian, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Karena itu, penguatan fungsi kawasan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih luas. Pelestarian sejarah harus berjalan beriringan dengan pengembangan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.

“KCBN Muaro Jambi bukan sekadar situs sejarah statis. Kawasan ini harus kita hidupkan sebagai ruang kebudayaan, ruang kreativitas, sekaligus ruang ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Budhi Hartono.

Ia mengatakan, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk mendukung transformasi KCBN Muaro Jambi agar keberadaan kawasan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berkomitmen penuh mendukung transformasi KCBN. Kita ingin kawasan ini tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi juga menjadi motor penggerak kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat di masa kini maupun masa depan,” ujarnya.

Budhi menilai, pengembangan KCBN harus membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut mengambil manfaat dari aktivitas di kawasan tersebut. Pelaku UMKM, perajin, seniman, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif hingga generasi muda harus mendapat ruang untuk berkreasi dan berkembang.

Menurutnya, jika dikelola secara terintegrasi, KCBN Muaro Jambi memiliki peluang besar menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang menghubungkan sejarah, budaya, pariwisata dan produk lokal.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton. Kita ingin masyarakat sekitar menjadi bagian dari ekosistem KCBN, baik sebagai pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, penggiat budaya maupun penyedia berbagai jasa pendukung,” katanya.

Sekda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat dalam memperkuat fungsi KCBN Muaro Jambi.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat aspek edukasi, kebudayaan, kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita harus melihat KCBN dengan perspektif masa depan. Warisan yang kita miliki hari ini harus mampu memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. Pelestarian harus tetap menjadi fondasi, tetapi pemanfaatannya juga harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkap Budhi. (asz)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Bos News