BOSNEWS.ID, MUARO JAMBI – Komitmen peningkatan infrastruktur yang diusung Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) bersama Wakil Bupati Junaidi H Mahir (Jun Mahir) kini mulai dipertanyakan. Pasalnya, hingga satu tahun kepemimpinan mereka, kondisi jalan kabupaten masih didominasi kerusakan.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi, dari total sekitar 883 kilometer jalan kabupaten, hanya 26 persen yang tergolong mantap. Sementara itu, sebanyak 74 persen sisanya masih dalam kondisi tidak mantap.
Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Anjar Prabowo, mengakui bahwa kerusakan jalan tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan di wilayah berjuluk Bumi Sailun Salimbai.
“Kondisi jalan tidak mantap ini hampir ada di seluruh kecamatan. Penanganannya akan kami sinkronkan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya belum lama ini.
Padahal sebelumnya, pasangan BBS–Jun membawa visi besar “Berbakti untuk Terwujudnya Muaro Jambi Berkeadilan, Berakhlak dan Maju 2025–2030”, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
Sebagai langkah percepatan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan empat workshop penanganan jalan pada tahun 2026. Fasilitas tersebut akan ditempatkan di wilayah Sungai Bahar, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, dan Sekernan.
Menurut Anjar, workshop ini akan menjadi pusat perbaikan jalan di masing-masing kawasan, sehingga alat berat, material, dan tim teknis dapat bergerak lebih cepat dalam menangani kerusakan.
“Workshop ini nantinya jadi basis penanganan. Jadi respon terhadap jalan rusak bisa lebih cepat dan efisien,” katanya.
Namun demikian, rencana tersebut dinilai belum menjawab persoalan mendasar. Sebab, kondisi jalan rusak yang mencapai 74 persen menunjukkan masih lemahnya percepatan pembangunan infrastruktur di tahun pertama kepemimpinan.
Jika menilik data sebelumnya pada awal 2024, kondisi jalan di Muaro Jambi memang sudah memprihatinkan. Saat itu, hanya 27,45 persen jalan dalam kondisi baik, sementara 49,96 persen mengalami rusak berat, 14,75 persen rusak ringan, dan 7,84 persen dalam kondisi sedang.
Artinya, hingga memasuki 2026, perbaikan jalan belum menunjukkan lonjakan signifikan, bahkan masih berkutat pada persoalan lama.
Situasi ini pun menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Tanpa percepatan nyata, janji memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan hanya akan menjadi slogan tanpa realisasi. (Asz)

0 Komentar