Sekda Kumpulkan Seluruh SPPG di Muaro Jambi
BOSNEWS.ID, MUARO JAMBI - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi sorotan setelah ratusan anak-anak, guru, dan balita diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan yang hidangkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti.
Peristiwa yang dikategorikan sebagai kejadian luar biasa ini terjadi pada Jumat (30/1/26) kemarin.
Direktur RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti, menyebutkan hingga Senin (2/2/26) siang, jumlah pasien yang ditangani rumah sakit mencapai 147 orang.
Dari jumlah tersebut, kata dia,44 orang menjalani rawat jalan, 101 orang sempat dirawat inap secara kumulatif, dan dua pasien dirujuk ke rumah sakit lain.
“Saat ini masih ada enam pasien yang dirawat inap,” katanya.
Kasus ini langsung memicu evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggara SPPG sebagai pelaksana program MBG di Muaro Jambi.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jambi, Adityo Wirapranatha, menegaskan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan jika ditemukan unsur kelalaian.
“Kalau terbukti ada kelalaian, harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu, baru bisa beroperasional kembali. Itu sudah masuk sanksi pemberhentian sementara. Jika terjadi pelanggaran lagi, baru diberhentikan permanen. Kesempatannya dua kali,” katanya.
Namun hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
“Hasil laboratorium belum keluar,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono mengatakan, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi program MBG menyusul kejadian tersebut.
Menurut dia, setiap SPPG seharusnya telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Kalau SOP dilaksanakan dengan baik, seharusnya tidak ada celah untuk kejadian seperti ini. Tapi kemungkinan ada kelalaian pegawai SPPG yang menyebabkan makanan tercemar bakteri atau hal lain,” katanya. (Asz)

0 Komentar