Breaking News

Pileg 2024, Keterwakilan Kerinci Berpotensi Kosong di DPR RI

Pengamat Politik Jambi, Dori Efendi.
 

BOSNEWS.ID, JAMBI- Dukungan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh berpotensi terbalah pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Soalnya, saat ini ada belasan tokoh dari bumi tanah sakti itu memastikan diri maju sebagai calon anggota legislatif (DPR RI). 

Dari sebelas kabupaten kota provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci mengirimkan calon legislatif terbanyak yaitu lebih dari sepuluh 10 calon.

Seperti Bupati Kerinci Adi Rozal yang maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN). Kemudian Ami Taher, Wakil Bupati Kerinci yang maju lewat Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Selain dua kepala daerah aktif ini, ada juga nama mantan Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) yang maju lewat partai Golkar. Kemudian, mantan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Pol (Purn) Syafril Nursal yang maju lewat partai Demokrat. 

Nama lainnya yakni mantan anggota DPD RI, Nuzran Joher yang maju lewat partai NasDem. Nuzran juga bukan orang baru, Ia adalah tokoh Kerinci yang saat ini banyak berkiprah di Nasional. Lalu ada Adril Elpani dari PPP, Fahmi Rizal Gadin partai Ummat dan politisi PDI Perjunagan Tafyani Kasim.

Kesemua calon tersebut dicalonkan oleh masing-masing partai politik. Baik dari partai besar maupun dari partai yang baru pertama kali ikut pemilu. 

Pengamat Politik Jambi, Dori Efendi menyebutkan merujuk dari jumlah Daftar Pemilih Sementara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci, Jumlah pemilih saat ini sebanyak 198, 386 pemilih. Dan diperkirakan Kota Sungai Penuh berkisar antara 40 ribu DPS. 

"Jika kita andaikan Daftar Pemilih Tetap secara keseluruhan Kerinci dan Kota Sungai Penuh sebanyak 250 ribu pemilih. Maka calon-calon legislatif akan berbagi suara 20-25 ribu suara per calon," katanya.

Menurutnya, jumlah suara dari masyarakat Kerinci akan sulit mengantarkan wakilnya ke DPR-RI. Hal ini karena jumlah suara terendah untuk kursi no 8 DPR-RI pileg 2019, Provinsi Jambi yaitu 30.809 suara dan ditopang oleh suara partai 124.126 suara. 

"Sedangkan calon-calon potensial yang memiliki modal sosial dan modal kapital mumpuni berada di partai besar yang juga memiliki calon potensial dari daerah lain. Seperti partai golkar yang memiliki petahana dengan suara terbanyak pileg 2019," bebernya.

Jika demikian halnya, kata Dosen Ilmu Politik Unja ini, masyarakat Kerinci harus bersatu padu untuk mengantarkan satu wakilnya ke Senayan. Dengan melakukan rembuk adat (budaya tinggi masyarakat Kerinci) dalam menentukan sikap siapa yang harus dipilih sebagai wakil DPR-RI. 

"Penting kiranya masyarakat Kerinci kembali menjunjung tinggi adat istiadat daerah dan melestarikannya. Bukan hanya adat sebagai seremonial semata," ungkap Dori yang juga Direktur Gentala Analisis dan Riset.

Ditambahkannya, ini juga menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat Kerinci. Dimana, pada tahun 2019, keterwakilan Kerinci tidak ada di senayan. 

"Mulai lah bersatu untuk kepentingan masyarakat Kerinci. Bukan semata-mata untuk saling merebut kekuasaan," tukasnya. (Asz)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Bos News